JEKA24.COM | KOTA JAMBI — Aktivitas balap liar yang dilakukan oleh para remaja di sejumlah wilayah Kota Jambi kembali menjadi sorotan. Selain membahayakan keselamatan, aksi tersebut juga dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat dan berpotensi memicu tawuran antar kelompok remaja.
Beberapa titik yang sering dijadikan lokasi balap liar di antaranya kawasan Tugu Keris Kota Baru, area Perkantoran Gubernur Jambi di Telanaipura, serta kawasan Bandara Lama di Jambi Selatan.
Aksi balap liar tersebut biasanya berlangsung pada malam hari. Para pelaku memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan umum yang masih digunakan masyarakat, sehingga menimbulkan keresahan warga sekitar.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tim Khusus Anti Begal (TEKAB) Provinsi Jambi, Sucipto AB, meminta pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut.
Menurutnya, balap liar bukan hanya membahayakan para pelaku, tetapi juga pengguna jalan lain yang melintas di lokasi.
“Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan akibat balap liar, bahkan ada yang sempat viral di kawasan Kota Baru. Ini harus menjadi perhatian serius,” kata Sucipto, Minggu (24/5/2026).
Ia menilai perlu adanya solusi jangka panjang agar para remaja memiliki tempat yang aman untuk menyalurkan hobi otomotif mereka.
Karena itu, DPW TEKAB Jambi mendukung penuh rencana pembangunan sirkuit non permanen di kawasan Kota Tua, Kecamatan Pasar Jambi.
“Kami berharap keberadaan sirkuit non permanen nantinya bisa mengurangi aksi balap liar di jalan umum sekaligus mencegah terjadinya tawuran antar remaja,” ujarnya.
Selain itu, keberadaan sirkuit juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi. (*).



































Discussion about this post